🛠TROUBLESHOOTING PADA SEPARATOR🛠
🠜BACK
1. Tekanan Tinggi
Tekanan tinggi adalah tekanan di dalam separator melebihi batas aman yang ditentukan (biasanya disebut design pressure). Sebagai contoh Jika separator dirancang untuk maksimal 100 psi, tapi tekanannya naik ke 120 psi → itu tekanan tinggi.
Penyebab : Relief valve macet atau tidak berfungsi.
️Dampak:
Bisa merusak dinding separator.
Risiko ledakan atau kebocoran gas berbahaya.
Solusi : Periksa dan uji relief valve agar bisa melepas tekanan berlebih secara otomatis.
2. Pemisahan buruk
Pemisahan buruk artinya minyak, air, dan gas tidak benar-benar terpisah di dalam separator, sehingga keluar dalam keadaan masih tercampur.
Contoh:
- Air ikut keluar lewat saluran minyak → minyak jadi kotor dan tidak laku jual.
- Gas keluar lewat saluran cairan → bisa menyebabkan pompa kavitasi atau bahaya ledakan.
Penyebab :
- Weir (penghalang pemisah minyak-air) kotor, miring, atau rusak.
- Baffle (penahan aliran awal) tersumbat lumpur atau pasir.
- Aliran masuk terlalu cepat → tidak ada waktu untuk pemisahan alami.
Dampak : Mengurangi kualitas produk.
Solusi : Periksa dan bersihkan weir/baffle, pastikan posisinya tepat dan tidak tertutup endapan.
3. Bocor
Dampak:
- Bahaya kebakaran atau ledakan (jika gas bocor).
- Pencemaran lingkungan.
- Kehilangan produksi → rugi ekonomi.
Solusi: Periksa semua sambungan flange dan gasket, ganti jika diperlukan.
4. Level cairan fluktuatif
Level cairan fluktuatif artinya ketinggian cairan (minyak + air) di dalam separator naik-turun tidak stabil, bukan tetap pada posisi yang seharusnya. Contoh Level seharusnya stabil di 50%, tapi tiba-tiba turun ke 30% lalu naik lagi ke 70%. Hal ini dapat mengganggu proses pemisahan dan kontrol otomatis.
Dampak:
- Pemisahan gas-minyak-air jadi tidak optimal.
- Air bisa ikut keluar lewat outlet minyak.
Solusi: Kalibrasi atau perbaiki level controller agar menjaga volume cairan tetap stabil.
Comments
Post a Comment