CARA KERJA SEPARATOR
🠜 Back
1. Inlet Diverter
- Fungsi: sebagai pemisahan awal (gross separation)
- Cara kerja: Fluida masuk dan menghantam inlet diverter yang menyebabkan perubahan momentum secara mendadak. Jadi, cairannya langsung jatuh ke bawah akibat gravitasi, sedangkan gas mengalir ke bagian atas.
2. Liquid Collection Section
- Fungsi: Memberikan retention time agar gas yang terjebak dalam cairan bisa terlepas (gas evolves out) dan naik ke ruang gas dan menyediakan surge volume untuk mengakomodasi slug flow (laju aliran tidak stabil). Biasanya terletak pada bagian dasar vessel.
- Cara kerja: pada pengaturan keluaran cairan dilakukan oleh liquid dump valve yang dikontrol oleh level controller. Level controller ini akan mendeteksi perubahan level cairan dan mengatur valve secara otomatis
3. Gravity settling section
- Fungsi: Memisahkan tetesan kecil (droplet) cairan yang masih terbawa oleh aliran gas
- Cara kerja: Saat gas melintasi zona ini dengan kecepatan rendah, tetesan cairan >100–140 mikron akan jatuh ke permukaan cairan karena gaya gravitasi
4. Mist extractor (coalescing section)
- Fungsi: Menghilangkan tetesan cairan yang sangat kecil (<100–140 mikron) sebelum gas keluar dari vessel.
- Jenis elemen: Bisa berupa vane, wire mesh, atau plate, yang memaksa gas untuk berubah arah secara mendadak
- Cara kerjanya: Tetesan kecil ini tidak bisa mengikuti perubahan arah tajam, menabrak elemen koalesensi, lalu terkumpul dan jatuh ke bawah
5. Pressure control system
- Fungsi: menjaga tekanan dalam separator
- Cara kerjanya: Tekanan dipantau oleh pressure controller di outlet gas. Bila tekanan naik/turun, controller akan membuka atau menutup pressure control valve untuk menjaga tekanan tetap stabil.
Comments
Post a Comment