MAINTENANCE
BACK
1. Pemeriksaan Rutin terhadap Level Fluida, Tekanan, dan Suhu
Pemeriksaan rutin merupakan langkah dasar dalam preventive maintenance. Operator wajib memantau:
-
Level fluida di dalam separator agar tidak terjadi carry-over (gas ikut ke fasa cair) atau carry-under (cairan terbawa ke fasa gas).
-
Tekanan operasi, supaya tetap sesuai dengan desain dan tidak menimbulkan risiko ledakan atau kehilangan efisiensi pemisahan.
-
Suhu operasi, karena perubahan suhu memengaruhi viskositas dan densitas fluida yang sedang dipisahkan.
Pengecekan parameter ini biasanya dilakukan menggunakan sistem instrumentasi dan sensor digital yang terhubung ke control room.
2. Membersihkan Komponen Internal dari Endapan
Separator memiliki beberapa komponen internal penting seperti:
-
Inlet diverter: memecah energi fluida masuk.
-
Baffle: mengatur arah aliran.
-
Weir: memisahkan fase cair berdasarkan densitas.
Komponen-komponen ini dapat tertutup oleh endapan parafin, pasir, scale, atau sludge, terutama jika fluida mengandung padatan. Pembersihan berkala dilakukan untuk mencegah penyumbatan dan menjaga efisiensi pemisahan fluida. Biasanya dilakukan saat shutdown atau turn-around maintenance.
3. Memastikan Valve, Sensor Tekanan, dan Level Gauge Berfungsi dengan Baik
Sistem kontrol tekanan dan level pada separator terdiri dari:
-
Control valve
-
Pressure transmitter
-
Level gauge atau level controller
4. Mengganti Seal atau Gasket Jika Terjadi Kebocoran
Seal dan gasket berfungsi mencegah kebocoran antar sambungan. Seiring waktu, komponen ini bisa rusak akibat:
-
Tekanan tinggi
-
Suhu ekstrem
-
Paparan fluida korosif
Segera lakukan penggantian seal/gasket jika terdeteksi kebocoran untuk menjaga keselamatan kerja dan mencegah kehilangan fluida produksi.
Comments
Post a Comment